Postingan

Repeat

 Kejadian yang terjadi dalam hidup memiliki arti yang berbeda-beda setiap harinya.  Di waktu yang berbeda, tetapi ada juga beberapa kejadian yang temanya sama seperti hari sebelumnya.  Kejadian tersebut tidak sama percis bak angin yang berlalu. Tetapi tema kejadian tersebut terasa seperti sama seperti yang telah terjadi.  Entah, karena tidak bisa mempelajari kejadian tersebut atau memang tidak ada jalan untuk keluar?  Atau bahkan, kejadian yang terulang ini adalah bentuk pelajaran sebagai orang dewasa?  Ya orang dewasa, yang bisa menyikapi kejadian dengan tertata rapih tanpa orang lain tau rapuhnya diri.  Mengendalikan emosi, tanpa menyakiti siapapun, tetapi dirinya sendiri?  Menutupi kejadian dengan menggores hati, dengan senyuman, dan dengan kata tidak apa-apa.  Ternyata ini yang dinamakan dewasa, mengulangi tanpa harus berkelahi dengan diri sendiri. 

Tangan Yang Menggenggam Ku

Saat itu hari dimana kau menggenggam ku untuk pertama kalinya Rasa ingin ku hentikan sejenak waktu itu Mengabadikan masa-masa pertama kali kau menggenggam ku Tangan yang menggenggam ku saat itu akan selalu jadi tangan yang menggenggam ku di masa depan Genggam yang selalu ku impikan Bersamanya hanya bersamanya ingin sekali aku berada di genggamannya Berharap tangan yang menggenggam ku itu dapat menggenggam ku disaat aku; jatuh ke lembah jurang, ke lautan luas, atau bahkan jatuh ke dalam kegelapan yang tidak bisa ditemukan cahayanya Menggenggam dengan erat sampai seluruh tubuh ku aman berada di dekatnya Tangan kecil ini sungguh beruntung bisa berada di genggamannya Rasa syukur ini tidak akan pernah berhenti Tangan yang menggenggam ku, jangan pernah lepaskan genggamanmu ini. -Doa ku disetiap malamnya. 

Pesawat Kertas

  Kecil putih sudah tersusun rapi Rapuh nan ringan sudah pasti Terbang terbawa angin sangatlah bahagia Menelusuri setiap sudut kota Melayang bersama udara Tersenyum sampai tertawa Melaju terbang sampai angkasa Disitulah kau dan aku berada Terukir menawan di langit biru Bersamaan dengan awan dan, Tak ada lagi semu Bahkan columbus pun tak bisa membuatnya menjadi hitam Senja yang indah untuk menuju malam Awan pun tidak mampu menjadikan mendung Tapi apakah angin akan selalu bersamanya? Atau salah satu sisi akan menemaninya selalu? Waktulah yang akan membuktikan Pesawat kertas kan menuju pada arti dari sesungguhnya Dengan kata-kata yang tak mampu tersampaikan Karena pengucapan sulit diutarakan Tapi mampu tertuliskan dengan gila Bila waktu telah tiba, aku yakin kau akan terbang sambil berkata Berkata bahwa kau tak akan landas tanpa aku Aku pun tersadar ini bukanlah khayalan semata Tapi sudah menjadi senandung angin yang berlagu